Jan 2, 2011

Kisah 4 Batang Lilin

Jarang saya berpeluang untuk sentiasa blogwalking. Mungkin inilah antara sebab blog saya tidak mempunyai follower yang ramai. Ah..tidak mengapa, saya berblog bukan semata-mata ingin mengumpulkan dozenan follower.. Lebih kepada rasa ingin berkongsi dan meluahkan apa yang yang berada di dalam fikiran. Namun kalau ada follower yang ramai ia tetap suatu bonus bagi saya! hee~ (yelah, siapa yang tak suka tulisannya dibaca kan?)

Petang ni...masa agak free.. Makanya.. saya ambil kesempatan untuk berjalan-jalan di blog rakan-rakan.. Dan saya terjumpa kisah ini.. Sungguh sedap, enak, dan lazat dibaca untuk santapan mata dan hati!


Kredit buat cetusanhati

kisah 4 batang lilin

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Lilin yang pertama berkata : “Aku adalah Damai, namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Lilin yang kedua berkata : “AKu adalah Iman, sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala” begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih Lilin ketiga bicara : “Aku adalah Cinta, tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya” tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.

Tanpa diduga…. seorang budak kecil masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga lilin telah padam. Kerana takut akan kegelapan itu, dia berkata : “Apa yang terjadi?! kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” lalu ia menangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata : “Jangan takut, jangan menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya kerana aku adalah HARAPAN” dengan mata bersinar, budak kecil itu mengambil lilin harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

Moral kisah ini:

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita… semoga kita mampu menjadi seperti budak kecil itu dimana dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN yang menyubur dalam jiwa kita.


P/s: Selagi harapan masih ada, untuk apa masih takut mencuba?

9 comments:

Insan Marhaen said...

blogwalking just a matter of create frendship..hik!

student said...

selamat datang ke blog ini...^_^

HonEyBuNNy said...

salam...setuju moral cerita neh...akan ku mengahraap selagi ada harapan..hehhe

student said...

honeybunny,

selagi mampu dan tegar untuk terus mengharap..:)

student said...

honeybunny,

selagi mampu dan tegar untuk terus mengharap..:)

n@m@n said...

samalah..tak sempat nak blogwalking jgk..entri pun kekadang takde..keh keh keh

y u y u Z u l a i k h a said...

selalu la blogwalking ke belog yuyu :)

student said...

n@m@n,

ada kesempatan jom kita sama-sama sentiasa update yup!^_^

student said...

yuyuzulaikha,

ada kesempatan insyaALLAH akan kesana..:)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...